Dewan Pimpinan Pusat LBH LIBAS Desak Inspektorat Tanggamus Percepat Usut Dugaan Korupsi DD/ADD Pekon Antar Brak

(photo :Ketua Umum LBH LIBAS)

Tanggamus-Pemburukasus.com Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Lentera Indonesia Barometer Analis Study (LIBAS) mendesak inspektorat Kabupaten Tanggamus segera mengaudit dana maupun program di Pekon Antar Brak Kecamatan Limau.

Bacaan Lainnya

Kuat dugaan korupsi dana desa (DD) dan ADD Pekon Antar Brak senilai ratusan juta yang menyeret nama Penjabat Kepala Pekon Antar Brak.

pihaknya juga menduga adanya penyalahgunaan wewenang Kepala Pekon Antar Brak terkait penggunaan anggaran.

Dugaan tersebut, kini memasuki babak baru.

dimana Inspektorat Kabupaten Tanggamus sampai saat ini belum memanggil Kepala Pekon Antar Brak untuk diminta keterangan terkait Dukumen APBdes.

Hal ini, mendapat tanggapan keras dari Dewan Pimpinan Pusat LBH LIBAS Fikri Yanto SH mendesak kepada Lembaga Audit Internal Pemerintah Inspektorat Kabupaten Tanggamus agar segera menyelesaikan kasus dugaan Korupsi dana desa (DD) dan alokasi dana desa (ADD) Pekon Antar Brak TA 2021-2022 yang sementara berada dimeja Inspektorat,” tegas Fikri Yanto SH.

“Dalam investigasi kita, pihak Kepala Pekon Antar Brak terkesan menutupi dan tidak terlalu terbuka dalam memberikan informasi,” katanya.

“Kalau tidak ada indikasi penyelewengan kenapa tidak terbuka, tentu ada sesuatu yang tidak beres, sehingga ada ketakutannya.”

Kepala Pekon Antar Brak,’viendra sari” dianggap telah melanggar Pasal 4 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa.

Dalam Undang-Undang tersebut kata dia, disebutkan pemerintahan Pekon yang profesional, efesien dan efektif, terbuka, serta bertanggung jawab, dan meningkatkan pelayanan publik bagi warga masyarakat Pekon.

“Kita juga telah melaporkan penyalahgunaan dana desa ini ke penegak hukum Resor Tanggamus.

Kita juga mendesak Inspektorat Tanggamus bekerja secara profesional dan bisa secepatnya mengaudit Pekon Antar Brak tersebut tegasnya.

karena dari analisis dan kajian tim telaah LBH LIBAS dari 15 Aitem pekerjaan mendapat nilai kerugian negara mencapai ratusan juta ungkap Fikri Yanto SH.

Fikri Yanto SH berharap Inspektorat segera mengaudit dugaan tersebut untuk menyelamatkan keuangan Negara.

“Jangan kita biarkan tikus-tikus itu berkeliaran untuk mencuri uang rakyat,” tutupnya.

Hingga Berita ini Kembali Di Publish Oleh Tim awak media Libas Grup  Kepala pekon Antar Brak Beserta Staf Belum Juga Bisa Di konfirmasi,Parahnya lagi Kepala Pekon Dan Staf Memblokir Nomor WhatsApp Awak Media Ini

Penulis : Eko

Editor   : Redaksi

banner 728x250 banner 728x90

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *