Ada Apa Dengan Mu !!! Proyek BBWSC

Subang-mediapemburukasus.com Ambrolnya proyek BBWS berupa TPT yang dibangun disungai Dusun Kamurang, Desa Cilamaya Hilir, Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang, Jawa Barat, kemungkinan karena tak ada pondasinya, atau dibuat pondasi TPT dipasang diatas tanah lembek, sehingga ketika air bah datang TPT pasti ambrol.

Ambrolnya TPT tersebut jangan beralasan karena terkena bencana, semua orang tahu bahwa sungai diwilayah Pantura pasti air sungai akan selalu meluap yang tentunya pelaksanaan pembangunan tertentu sudah cukup survey dan analisa pihak BBWSC atau konsultannya.

“kalau tak mau dibilang bodoh, jangan beralasan lagi ambrolnya TPT di dusun kamurang karena bencana alam, tapi jelas ambrolnya TPT tersebut karena kesalahan memasang kontruksinya, dan kontraktor, kinsultan pengawas dan pihak BBWSC mesti bertanggungjawab atas proyek tersebut”,ujar Ketua Umum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gival, Dauscobra.

Diyakini Dauscobra, apabila proyek TPT tersebut diterapkan ditanah padat, dipastikan walaupun air sungai meluap dipastikan kontruksi TPT tidak akan bergeser apalagi ambrol, akibat lemahnya pengawasan dari para pihak BBWS sebagai ouner proyek sehingga pelaksanaan proyek yang asal jadi dibiarkan berlangsung dan luput dari teguran pengawas,”saya yakin proyek TPT dilaksanakan tanpa pengawasan, atau pengawasnya diajak ngopi biar proyek berjalan tanpa pengawasan, atau pengawasnya sengaja membiarkan proyek berlangsung meskipun ada kesalahan,”ujar Dauscobra.

Sudah waktunya pihak berwajib bergerak cepat untuk mengusut tuntas ambrolnya proyek Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) di wilayah Kabupaten Subang yang dinilai tidak mengindahkan struktur tanah setempat, sangat tidak mungkin perencanaan proyek tanpa ada analisa, atau peninjauan lapang, jelas proyek BBWS yang terletak di sungai Dusun Kamurang, Desa Cilamaya Hilir yang ambruk tidak lama setelah proyek selesai.

Dauscobra berharap agar pihak berwajib terlebih dahulu meminta penjelasan pelaksana proyek.

“Dipastikan ketika pekerjaan tanggul dalam urugan tanahnya tak jelas layer pemadatannya hasilnya pasti buruk, yakni jika layer pemadatan tanahnya tidak standar teknis dipastikan tanggul akan ambrol dan terhempas air sungai, apalagi air sungainya meluap dan sudah pasti tanggul akan luluh lantah tergerus air bah.

Dauscobra berharap pihak berwajib dalam hal ini Reskrimsus Polda Jabar atau aparat Polres Subang Unit Tipidter segera turun tangan untuk mengusut tuntas gagalnya proyek yang telah menyedot anggaran pemerintah milyaran rupiah tersebut.

“Saya harapkan pihak berwajib usut tuntas atas gagalnya proyek tersebut, karena selama ini dan bisa dikatakan rata-rata dalam pelaksanaan proyek tanggul BBWSC terkesan dikerjaan asal ada tanpa mengedepankan kualitas dan ketika hanya mencukupi kwantitas saja sebuah proyek akan sia-sia diterapkan dan hanya menghamburkan uang rakyat serta menjadi mainan kontraktor nakal, dan selama ini saya belum pernah mendengar ada kontraktor dipenjara gara gara lalai,” ucap Dauscobra.

Daus menuturkan pula mengenai proyek pekerjaan Tanggul Penahan Tanah (TPT) di Kabupaten Subang yang kualitasnya buruk, rata rata dalam pemasangan pondasi TPT dipasang di atas tanah lembek sehingga TPT sudah pasti rentan ambruk.

“Apakah dibenarkan memasang pondasi TPT ditanah lembek, apalagi ditanah lumpur? Itulah proyek BBWSC yang selama ini hanya dikerjakan tanpa mempertimbangkan atau tanpa dilakukan cek struktur tanah, analisa atau pengawasannya lemah sehingga proyek proyek BBWSC tidak bisa bertahan lama,”

Daus mempertanyakan berapa tahun harus bertahan kontruksi TPT yang dibangun, karena ada sejumlah proyek TPT dalam waktu beberapa bulan, sebulan bahkan ada baru seminggu sudah ambrol. Demikian pula pekerjaan peningkatan tanggul yang dinilai banyak pengerjaannya yang gagal.

“Khusus proyek BBWSC yang ada di Desa Cilamaya Hilir harus menjadi sampling penyelidikan dan penyidikan pihak kepolisian dan apabila hal tersebut tidak dilakukan saya bisa bernyanyi lagu yang liriknya ‘Ada apa dengan Mu’ untuk semua pihak yang terkaik pengawasan proyek dan penegakkan hukum,” tutup Daus.

Penulis       : Hendar

Editor         : Redaksi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.